Etika Profesi Informal (Tukang Nasi Goreng)

Berikut ini adalah kode etik yang berlaku untuk tukang nasi goreng yang berlaku di perumahan tempat saya tinggal yaitu perumahan masnaga kelurahan jakasampurna.
Alasan saya memilih tukang nasi goreng sebagai objek penelitian mengenai kode etik informal adalah karena di sekitar tempat saya tinggal terdapat 3-4 tukang nasi goreng yang berjualan dan mereka berjualan secara teratur tanpa ada perselisihan, kemudian saya mulai bertanya kepada salah seorang tukang nasi goreng langganan saya mengenai aturan yang berlaku di antara tukang nasi goreng yang berjualan di sekitar tempat saya tinggal dan aturan yang berlaku di antara mereka adalah
1. Antara tukang nasi goreng mempunyai lokasi masing-masing untuk berjualan
2. Antara tukang nasi goreng mempunyai kesepakatan harga
3. Tukang nasi goreng mulai berjualan pukul 19.00 WIB

Download disini

Sanksi Terhadap Pelanggaran Kode Etik Wartawan

Wartawan atau perusahaan pers yang menyebarkan berita bohong dikenai pidana maksimal 500 juta rupiah
Sumber : http://els.bappenas.go.id/upload/other/Efektivitas%20Menggugat%20Media%20Pers-SK.htm
Perusahaan pers yang tidak berbentuk badan hokum dikenai pidana maksimal 100 juta rupiah
Sumber : http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_40_Tahun_1999
Wartawan yang menerima suap dikenai sanksi penjara
Sumber : http://imnbanten.wordpress.com/2007/09/30/libel-dan-fakta-jurnalistik/
Wartawan yang melakukan penghinaan nama baik atau fitnah dapat dijerat dengan pasal 310 KUHP dengan hukuman 9 bulan sampai 16 bulan penjara
Sumber : http://www.romeltea.com/2010/01/01/melawan-pers-dengan-delik-pencemaran-nama-baik/
Wartawan yang melakukan plagiat diberhentikan sebagai wartawan
Sumber : http://www.lpds.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=568:wartawan-harus-bersikap-adil-pada-narasumber&catid=14:berita-lpds&Itemid=17

Download disini

Murid SD Gelar Doa Bersama Korban Tsunami Jepang

Tema : Manusia dan Cinta Kasih

SOLO - Ratusan murid SDN Begalon, Kota Solo, Jawa Tengah menggelar aksi keprihatinan dan doa bersama untuk korban bencana gempa dan tsunami di Jepang. Aksi ini juga sebagai sarana pendidikan kepada anak untuk lebih peduli kepada sesama.

Lebih dari lima ratus siswa SD ikut dalam kegiatan tersebut. Aksi keprihatinan ini juga sebagai kepedulian dan simbol rasa duka cita mereka atas bencana tsunami.

Aksi diawali dengan pembacaan berita surat kabar tentang bencana gempa dan tsunami oleh salah satu siswa. Dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kepala SDN Begalon Sri Lestari.

"Aksi ini bertujuan menumbuhkan rasa simpatik kepada saudara saudara yang mengalami musibah tsunami, salah satunya dengan doa bersama," kata Sri Lestari, Sabtu (12/3/2011).

Usai pembacaan doa, acara akhiri dengan menyanyikan lagu mengheningkan cipta dan menyematan bunga pada poster yang bertuliskan duka cita tsunami Jepang.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2011/03/12/340/434319/murid-sd-gelar-doa-bersama-korban-tsunami-jepang

4 Tewas dalam Kerusuhan di Libya

Tema : Manusia dan Penderitaan


Kamis, 17 Februari 2011 16:03 wib
0 0Email0
Moamar Khaddafi (Foto: AFP)
Moamar Khaddafi (Foto: AFP)

TRIPOLI - Empat orang dilaporkan tewas dalam bentrokan yang terjadi di Libya. Tewasnya empat orang warga ini, terjadi saat berlangsungnya protes anti-pemerintah di Kota Al Baida.

Hari ini, warga Libya berencana untuk turun ke jalan untuk melakukan aksi yang mereka sebut "Hari Kemarahan". Rakyat sepertinya tidak mengindahkan peringatan dari beberapa kelompok pemerhati HAM yang menyatakan kemungkinan pemerintah akan menggunakan kekerasan.

Protes anti-pemerintahan terjadi di Libya menyusul aksi serupa yang berlangsung di Tunisia dan Mesir. Aksi yang terjadi di Tunisia dan Mesir tersebut, menyisakan pergantian kepemimpinan dari para mantan pemimpin kedua negara yang telah berkuasa selama puluhan tahun sebelumnya.

Kekuasaan di Libya sudah dipegang oleh Muamar Khadafi selama lebih dari 40 tahun. Khadafi sendiri dianggap sebagai pemimpin dengan kekuasaan terlama di Afrika. Demikian diberitakan Orange, Kamis (16/2/2011).

Sementara empat orang tewas yang dilaporkan di Kota Al Baida, belum diketahui berasal dari pihak mana.
Tetapi yang jelas, tewasnya warga tersebut terjadi saat protes anti-pemerintah. Pada saat yang bersamaan protes pendukung Khadafi juga berlangsung.

Sumber : http://international.okezone.com/read/2011/02/17/18/425812/4-tewas-dalam-kerusuhan-di-libya

Temukan Kedamaian di Sri Lanka

Tema : Manusia dan Keindahan


Temukan Kedamaian di Sri Lanka
Rabu, 30 Maret 2011 - 16:06 wib
Lastri Marselina - Okezone
(foto: Dailymail.co.uk)
(foto: Dailymail.co.uk)

SRI LANKA merupakan sebuah negara kepulauan di pesisir tenggara India. Sri Langka adalah surga makanan lezat dan tempat binatang yang berbahagia.
merupakan sebuah negara kepulauan di pesisir tenggara India. Sri Langka adalah surga makanan lezat dan tempat binatang yang berbahagia.

Pusat binatang hidup dengan bahagia adalah sebuah hotel kecil yang terdapat pada pegunungan teh yang sedikit tersembunyi dimana makanan mereka adalah nanas dan tugas utama mereka hanya memproduksi kompos.

Kerja ‘keras’ binatang tersebut untuk membantu pertumbuhan kopi, buah-buahan dan sayuran organik di sebuah lahan seluas 12 hektar di Jetwing Warwick Gardens, bungalow di Nuwara Eliya, di tempat ini tamu yang datang diperlakukan layaknya seorang tamu asing di sebuah kota terpencil.

Kendati begitu, hotel yang bergaya layaknya sebuah rumah penanam teh di Skotlandia abad ke-19 ini adalah tempat dimana Anda dapat memetik dan membuat minuman sendiri.

Hanya terdapat 5 kamar dengan pemandangan menakjubkan dari taman yang dapat disebut juga lokasi observasi burung. Anda dapat melihat-lihat sudut perkebunan yang terkesan mewah sambil mengagumi pemandangan berkabut di ujung lembah dan tergoda untuk membuat parathas. Parathas adalah makanan khas India yang goreng di atas panci, dimana warga Sri Lanka menambahkan telur agar lebih garing, sajian yang disiram semacam gulai ayam yang pedas. Demikian seperti yang dilansir Daily Mail, Rabu (30/3/2011).

Jetwing menawarkan banyak sekali fasilitas ekletik namun tetap fokus pada nuansa lahan basah yang ramah lingkungan dan mengombinasikannya dengan konsep fine dining.

Bersemangat memperkenalkan tren kuliner baru di Sri Lanka, Priyantha Weerasingha, Executive Chef Jetwing Hotels, juga berniat melestarikan makanan tradisional Sri Lanka. Untuk usahanya itu dia bahkan menyelamatkan resep makanan dari kelupaan dan mendatangi warga lokal di pedalaman untuk mengetahui apa yang mereka makan 50 hingga 100 tahun yang lalu.

Tidak hanya menemukan makanan Dum Massa – menu babi panggang berbumbu – namun dengan kebijaksanaan holistik. “Warga pedalaman merupakan orang yang sangat sehat. Melihat dari bahan-bahan makanan yang mereka gunakan seperti madu, jeruk limun, asam jawa dan itulah yang kami gunakan di hotel,” sahut Priyantha.

“Karena kami menganut 3 agama – Buddha, Islam dan Hindu – itulah mengapa Anda akan melihat 3 jenis makanan yang berbeda,” sambung Priyantha.

Berbicara lokasi wisata di Sri Lanka, sayang untuk tidak melewatkan kunjungan Anda ke Jetwing Sea, pantai yang dibuka kembali Januari 2011 lalu karena renovasi.

Menyempatkan mampir di Jetwing Vil Uyana di ‘segitiga budaya’ Sri Lanka, dimana kemewahan bergabung dengan lingkungan bersahabat, sistem irigasi mereka sukses meningkatkan produksi sayuran. Burung merak dan gajah pun terpelihara dengan baik di hotel ini. Tidak lupa, pemandangan yang mengesankan dari hutan, sawah, dan perairan yang masih alami dan 5 km dari situ kita dapat melihat Sigiriya (Batu Singa). Hal yang paling menarik adalah bangunan-banguan purbakala dengan sebuah benteng di puncaknya, 200 m di atas tanah. Keindahan tanaman yang mengitari Sigiriya juga dapat dinikmati disini. Penduduk disini juga sangat bersahabat, Anda dapat dengan mudah menaiki gajah menyusuri pedalaman.

Kamar yang disediakan Vil Uyana juga bukan kamar biasa, melainkan sebuah kamar terbuka dimana kita dapat merasakan hembusan angina dan mendengar deburan ombak di kejauhan.

Sumber : http://travel.okezone.com/read/2011/03/30/409/440582/temukan-kedamaian-di-sri-lanka

Cita-cita Ben Kasyafani, Nikah dengan Marshanda

Tema : Manusia dan Harapan

JAKARTA, KOMPAS.com -- "Akhirnya kesampaian juga", kalimat itu tepat untuk presenter yang juga bermain sinetron, Ben Kasyafani (27), setelah resmi menjadi suami artis peran yang juga menyanyi, Andriani Marshanda (21). Menikah dengan Marshanda, menurut Ben, merupakan cita-citanya sejak tiga tahun silam mengenal perempuan yang biasa disapa Caca itu.

"Luar biasa. Kalau aku, lebih dari senang, karena ini salah satu cita-citaku pas pertama kali ketemu Caca. Ini sudah cita-cita setiap laki-laki, untuk menikah," kata Ben dalam jumpa pers sesudah pernikahannya dengan Caca, di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/4/2011).

Rasa syukur juga diucapkan oleh Ben atas pernikahan tersebut. "Alhamdulillah, acaranya lancar, sukses, walaupun besok kami masih punya acara lagi, acara resepsi. Acaranya tadi blend antara khusyuk dan khidmat," ucapnya.

Kebahagian Ben semakin lengkap dengan Caca merasakan hal yang sama. "Aku bahagia banget. Memang benar, aku masih muda, baru 21 tahun. Justru karena menikah dengan Ben, masa mudaku lebih bahagia," ungkap Caca.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/cita-cita-ben-kasyafani-nikah-dengan-marshanda-20110402-012417-737.html;_ylt=ArJ21g9fipxGJ.Avspm34ZlQnMl_;_ylu=X3oDMTM5NHNyb2t1BHBrZwNiYzJmYWU4Mi01NjVhLTNhNDgtOGUyYi0zNDhhYjFkOWQyZTQEcG9zAzcEc2VjA01lZGlhVG9wU3RvcnkEdmVyAzg0MzhiZWEwLTVkOTAtMTFlMC05ZmE3LWNhNGZiODc2ODI4Mg--;_ylg=X3oDMTFjM2d1bDFjBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3

Malinda Janji Kembalikan Uang Nasabah

Tema : Manusia dan Tanggung Jawab

Metrotvnews.com, Jakarta: Pihak Inong Malinda tidak begitu saja percaya dengan pernyataan penyidik yang menyebutkan ada kerugian karena perbuatan relation manager Citibank cabang Landmark itu. Namun, jika memang terbukti ada kerugian, Malinda bersedia untuk mengembalikannya.

"Kalau dia terbukti, dia akan bertanggung jawab. Kalau nanti Citibank bisa buktikan dan meyakinkan kita, ibu akan bertanggung jawab semampu dia. Sekarang pilih mana lu dapat Rp3 miliar dipenjara, enggak mau orang," tukas pengacara Malinda, Batara Simbolon, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/4).

Sebelumnya, siang ini, Malinda dan pengacaranya akan ke Citibank untuk mengklarifikasi tentang pihak yang diduga dirugikan oleh relation manager Citibank cabang Landmark. Selain itu, mereka juga akan meminta sejumlah dokumen, seperti slip gaji dan bonus Malinda.

Dia mengatakan rencana kedatangan Malinda juga untuk memastikan status wanita yang dikabarkan menikah siri dengan artis Andika Gumilang itu di Citibank. Sebab, sampai saat ini, Malinda masih berstatus sebagai pegawai Citibank.

Namun, rencana tersebut terganjal oleh kondisi kesehatan Malinda. Selain itu, lanjut Batara, tim penasihat hukum belum mendapat izin dari pihak bank.(MI/ICH)

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/malinda-janji-kembalikan-uang-nasabah-20110404-070600-387.html;_ylt=AiJclkHM8iQEPmBY91tm6cd7V8d_;_ylu=X3oDMTNvZmM4NzNkBGNjb2RlA3ZzaGFyZWFnMgRwa2cDNDBkYTNlN2QtYjZhYi0zYjQ1LTliYTAtMjAwMjdkODZlMmFmBHBvcwMxBHNlYwNuZXdzX2Zvcl95b3UEdmVyAzcyNTYwYmUwLTVlZGQtMTFlMC1iZGFmLWQ3OWExZjQwOWMxMQ--;_ylg=X3oDMTJoODA3dnBkBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDY2YxZGNiY2UtMzkxZC0zNDgwLThmY2UtMWQ1OTEzMjFiMDg5BHB0A3N0b3J5cGFnZQR0ZXN0Aw--;_ylv=3

'Ulama Riau tak Cerdas Fatwa Larangan Perempuan Jadi Pemimpin'

Tema : Manusia dan Keadilan

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH T Zulkarnaen menyebut ulama yang ada di Riau tidak cerdas berfatwa melarang perempuan menjai pemimpin.
"Kenapa sampai keluar larangan itu, karena ulama daerah ini tidak aspiratif, tidak punya kitab," katanya dalam ceramahnya pada peringatan 100 tahun hari perempuan sedunia, di Pekanbaru, Selasa (5/4).

Pernyataan itu disampaikan terkait dengan 'fatwa' MUI Provinsi Riau mengenai larangan perempuan menjadi pemimpin yang dikeluarkan beberapa waktu lalu. Fatwa tersebut sekarang sudah dicabut. Zulkarnaen mengatakan, untuk membeli kitab yang berisi tentang ilmu keislaman membutuhkan dana yang tidak sedikit mencapai Rp 150 juta.

Sementara mayoritas ulama 'miskin'. Menurutnya, masyarakat harus menyumbang dana untuk membeli kitab. Zulkarnain membandingkan pernyataan ulama di Riau dengan yang berada di Banten dan Jawa Timur.

"Di Banten lebih banyak ulama, tetapi tidak ada ulama yang ribut karena kepemimpinan perempuan. Begitu juga dengan di Jawa Timur, wali kota saat ini adalah perempuan. Mereka tidak pernah mempermasalahkan keberadaan perempuan sebagai pemimpin," tutur dia.

Pernyataan Sekjen MUI Pusat itu seakan berbalas pantun dengan MUI Riau yang sebelumnya pernah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan pemimpin dari kaum perempuan. Fatwa tersebut sebetulnya hanya berumur hitungan jam sebelum akhirnya ditarik kembali.

"Perempuan hanya dilarang tiga jabatan, yakni Nabi, khadi dan Presiden. Khadi dan Presiden dilarang karena merupakan wali dari masyarakat," kata dia menegaskan.

Dengan demikian, lanjutnya, perempuan boleh memimpin di luar tiga jabatan tersebut. Pernyataan tersebut langsung dibantah Ketua MUI Riau, Prof Mahdini. Menurutnya, ulama yang ada di Riau malah lebih pintar dibanding ulama yang ada didua provinsi itu karena mempunyai pendapat.

"Sebagai ulama, jangan saling melemahkan. Seharusnya saling menguatkan. Sejak dahulu pun ulama sudah berbeda pendapat, tetapi mereka tidak pernah saling melemahkan," ujar dia. Ulama yang ada di Riau, lanjutnya, tetap mempunyai kitab-kitab yang menjadi pedoman dalam mengeluarkan fatwah.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/ulama-riau-tak-cerdas-fatwa-larangan-perempuan-jadi-20110404-222453-050.html;_ylt=AmdRSGec_GVCMbbILN9nUECgn8h_;_ylu=X3oDMTNhOXRxcWdkBHBrZwNjZjFkY2JjZS0zOTFkLTM0ODAtOGZjZS0xZDU5MTMyMWIwODkEcG9zAzEEc2VjA01lZGlhU3RvcnlMaXN0BHZlcgMzNDllZjY1MC01ZjQ1LTExZTAtYWY4ZC0wOWY4NTcwOGI1MmE-;_ylg=X3oDMTFjM2d1bDFjBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3

Pria Berperut Buncit Berisiko Alami Kebutaan

Tema : Manusia dan Kegelisahan

STUDI terbaru menemukan bahwa menumpuk lemak di perut pada usia paruh baya secara signifikan dapat meningkatkan risiko kebutaan di kemudian hari.

Hal itu disimpulkan para peneliti di University of Melbourne yang mengatakan bahwa ukuran pinggang yang bertambah bisa membuat seseorang berisiko alami degenerasi makula (AMD), menurut laporan Daily Mail, Jumat (1/4). Degenerasi makula adalah suatu keadaan dimana makula mengalami kemunduran sehingga terjadi penurunan ketajaman penglihatan dan kemungkinan akan menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan sentral. Bahkan, sedikit penambahan ukuran pinggang juga tampaknya meningkatkan risiko AMD hingga 75 persen.

Namun, perempuan tampaknya tidak terpengaruh oleh hal ini. Perbedaan antara kedua jenis kelamin itu karena hadirnya hormon estrogen pada perempuan .

Lemak pada perut melepaskan estrogen ke dalam tubuh. Berdasarkan hasil studi terhadap hewan, hormone ini bisa menyebabkan peradangan pada aliran darah di belakang mata.

Karena perempuan memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi jadi efek ini tak terlalu berdampak.

Para peneliti telah memantau perubahan lingkar pinggang pada sekitar 21 ribu pria dan perempuan berusia antara 40 dan 69 tahun selama beberapa tahun dan melacak adanya diagnosis AMD. "Ada bukti bahwa peradangan kronis pada mata bisa menyebbakan AMD. Obesitas ditengarai merupalan pemicu peradangan tersebut," kata para ilmuwan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahkan perubahan kecil di pinggang pria bisa menyebabkan peningkatan tajam dalam risiko peradangan tersebut. (MI/ICH)

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/pria-berperut-buncit-berisiko-alami-kebutaan-20110404-222000-183.html;_ylt=AuIzOqudkNUUXDUhGliRfnGgn8h_;_ylu=X3oDMTNhNmhsZmhtBHBrZwM2YmIzN2RkNy1kMWNiLTM3ZjEtODkyZi0xZGZiMTBkNjcwMmQEcG9zAzMEc2VjA01lZGlhU3RvcnlMaXN0BHZlcgMxMWNhODdiMC01ZjQ2LTExZTAtYjdjNy1jZTJhNDgzNTEyMzU-;_ylg=X3oDMTFjM2d1bDFjBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3

Wanita Karir dan 'Nakal' Jadi Idola Pria

Tema : Manusia dan Pandangan Hidup

Liputan6.com, London: Pandangan pria mengenai wanita berubah. Sebelumnya mereka tertarik dengan wanita pemalu yang mau menjadi ibu rumah tangga. Namun, kini kaum pria lebih tertarik dengan wanita karir. Selain itu mereka juga suka tipe wanita nakal.

Berdasarkan survei yang dilakukan perusahaan game internasional Electronic Arts, di era modern ini pria melihat wanita yang ideal itu yang bisa mencari nafkah dan memiliki jabatan yang tinggi dalam pekerjaannya.

Para ahli mengatakan ini bukan hanya karena peran gender berubah, tetapi juga karena kesulitan ekonomi sehingga laki-laki dapat mengambil pandangan yang lebih tradisional, perempuan dan karir.

Berdasarkan berita yang dilansir themedguru, sekitar 66 persen pria Inggris bernafsu dengan perempuan yang memiliki power dalam pekerjaannya. Jumlah ini meningkat menjadi 71 persen di antara usia 30 tahun hingga 34 tahun.

Jajak pendapat ini juga menemukan bahwa 18 persen laki-laki mencari patner yang menyenangkan, 14 persen ingin wanita independen yang dapat berdiri sendiri, 9 persen menyukai yang spontanitas, sedangkan sekitar 35 persen pria yang diteliti mengatakan mereka membayangkan apa yang disebut gadis-gadis nakal Hollywood seperti Angelina Jolie, Megan Fox, Christina Aguilera, Siena Miller, dan Paris Hilton.

Mengomentari temuan tersebut, Jo Barnett, ahli relationship di datingcoach.me.uk, mengatakan masalah ekonomilah yang mengubah pandangan kaum pria. "Masalah keuangan lebih sulit dari sebelumnya, dan laki-laki yang sebelumnya takut dengan kekuatan seorang wanita yang kuat sukses, kini telah berganti," jelasnya.

"Seseorang yang mandiri secara finansial adalah pilihan yang sangat memikat. Selain itu, media saat ini menjual kekuatan, wanita eksekutif sebagai gambaran yang sangat seksi".

Sementara itu, Stuart Lang, Direktur pemasaran untuk The Sims Medieval, mengatakan, temuan ini menarik dengan melihat perubahan perbandingan laki-laki yang tertarik pada wanita dengan power yang tinggi dan tipe gadis nakal yang lebih dominan.

"Ini menunjukkan posisi perempuan yang berkembang dalam masyarakat dan perkembangan mereka kuat," katanya.

Tak hanya laki-laki yang tertarik dengan kemandirian dan pekerja keras. Kaum wanita juga punya pandangan yang sama. Wanita saat ini tertarik dengan pria yang ambisius. Lebih dari 60 persen wanita mengatakan pria di posisi teratas lebih mungkin untuk menarik perhatian mereka daripada yang lain.

Menurut peneliti, wanita lebih suka pria yang kaya dan sukses karena mereka sulit dijinakkan dan membawa kegembiraan yang lebih. Sedangkan laki-laki bernafsu dengan perempuan pekerja keras karena mereka dapat mencari nafkah.(MEL)

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/wanita-karir-dan-nakal-jadi-idola-pria-20110327-002447-368.html;_ylt=Al4jVU8VHeNI37MGzRzFnFUziNl_;_ylu=X3oDMTNkcjBhcm5xBHBrZwMxNzI5YTk4ZC1hMDgzLTNhY2YtODQzYy1lMThlZGEzZDM4YmYEcG9zAzMEc2VjA01lZGlhVG9wU3RvcnlDb2tlBHZlcgM1OWIyYTA3OC01OGUxLTExZTAtOTBlZi03OGU3ZDFmNTc1NjQ-;_ylg=X3oDMTFjM2d1bDFjBGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDBHB0A3NlY3Rpb25zBHRlc3QD;_ylv=3

Manusia dan Tari Gandrung

Tari gandrung

Gandrung Banyuwangi

Gandrung Banyuwangi berasal dari kata “gandrung”, yang berarti ‘tergila-gila’ atau ‘cinta habis-habisan’ dalam bahasa jawa. Kesenian ini masih satu genre dengan seperti ketuk tilu di jawabarat,tayub di jawa tengah dan jawa tengah bagian barat, lengger di wilayah banyumas dan joged bumbung di bali, dengan melibatkan seorang wanita penari profesional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan).

Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan orkestrasi khas ini populer di wilayah banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau jawa, dan telah menjadi ciri khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika Banyuwangi selalu diidentikkan dengan gandrung. Kenyataannya, Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung dan patung penari gandrung dapat dijumpai di berbagai sudut wilayah Banyuwangi.

Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya. Menurut kebiasaan, pertunjukan lengkapnya dimulai sejak sekitar pukul 21.00 dan berakhir hingga menjelang subuh (sekitar pukul 04.00).

Sejarah

Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki yang didandani seperti perempuan dan, menurut laporan Scholte (1927), instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung lanang ini adalah kendang. Pada saat itu, biola telah digunakan. Namun demikian, gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun 1890an, yang diduga karena ajaran Islam melarang segala bentuk transvestisme atau berdandan seperti perempuan. Namun, tari gandrung laki-laki baru benar-benar lenyap pada tahun 1914, setelah kematian penari terakhirnya, yakni Marsan.

Gandrung wanita pertama yang dikenal dalam sejarah adalah gandrung Semi, seorang anak kecil yang waktu itu masih berusia sepuluh tahun pada tahun 1895. Menurut cerita yang dipercaya, waktu itu Semi menderita penyakit yang cukup parah. Segala cara sudah dilakukan hingga ke dukun, namun Semi tak juga kunjung sembuh. Sehingga ibu Semi (Mak Midhah) bernazar seperti “Kadhung sira waras, sun dhadekaken Seblang, kadhung sing yo sing” (Bila kamu sembuh, saya jadikan kamu Seblang, kalau tidak ya tidak jadi). Ternyata, akhirnya Semi sembuh dan dijadikan seblang sekaligus memulai babak baru dengan ditarikannya gandrung oleh wanita.

Tradisi gandrung yang dilakukan Semi ini kemudian diikuti oleh adik-adik perempuannya dengan menggunakan nama depan Gandrung sebagai nama panggungnya. Kesenian ini kemudian terus berkembang di seantero Banyuwangi dan menjadi ikon khas setempat. Pada mulanya gandrung hanya boleh ditarikan oleh para keturunan penari gandrung sebelumnya, namun sejak tahun 1970-an mulai banyak gadis-gadis muda yang bukan keturunan gandrung yang mempelajari tarian ini dan menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian di samping mempertahankan eksistensinya yang makin terdesak sejak akhir abad ke-20.

Tata Busana Penari

Tata busana penari Gandrung Banyuwangi khas, dan berbeda dengan tarian bagian Jawa lain. Ada pengaruh Bali (kerajaan blambangan) yang tampak.

Bagian Tubuh

Busana untuk tubuh terdiri dari baju yang terbuat dari beludru berwarna hitam, dihias dengan ornamen kuning emas, serta manik-manik yang mengkilat dan berbentuk leher botol yang melilit leher hingga dada, sedang bagian pundak dan separuh punggung dibiarkan terbuka. Di bagian leher tersebut dipasang ilat-ilatan yang menutup tengah dada dan sebagai penghias bagian atas. Pada bagian lengan dihias masing-masing dengan satu buah kelat bahu dan bagian pinggang dihias dengan ikat pinggang dan sembong serta diberi hiasan kain berwarna-warni sebagai pemanisnya. Selendang selalu dikenakan di bahu.

Bagian Kepala

Kepala dipasangi hiasan serupa mahkota yang disebut omprok yang terbuat dari kulit kerbau yang disamak dan diberi ornamen berwarna emas dan merah serta diberi ornamen tokoh antensa, putra bima] yang berkepala manusia raksasa namun berbadan ular serta menutupi seluruh rambut penari gandrung. Pada masa lampau ornamen Antasena ini tidak melekat pada mahkota melainkan setengah terlepas seperti sayap burung. Sejak setelah tahun 1960-an, ornamen ekor Antasena ini kemudian dilekatkan pada omprok hingga menjadi yang sekarang ini.

Selanjutnya pada mahkota tersebut diberi ornamen berwarna perak yang berfungsi membuat wajah sang penari seolah bulat telur, serta ada tambahan ornamen bunga yang disebut cundhuk mentul di atasnya. Sering kali, bagian omprok ini dipasang hio yang pada gilirannya memberi kesan magis.

Bagian Bawah

Penari gandrung menggunakan kain batik dengan corak bermacam-macam. Namun corak batik yang paling banyak dipakai serta menjadi ciri khusus adalah batik dengan corak gajah oling, corak tumbuh-tumbuhan dengan belalai gajah pada dasar kain putih yang menjadi ciri khas Banyuwangi. Sebelum tahun 1930-an, penari gandrung tidak memakai kaus kaki, namun semenjak dekade tersebut penari gandrung selalu memakai kaus kaki putih dalam setiap pertunjukannya.

Lain-lain

Pada masa lampau, penari gandrung biasanya membawa dua buah kipas untuk pertunjukannya. Namun kini penari gandrung hanya membawa satu buah kipas dan hanya untuk bagian-bagian tertentu dalam pertunjukannya, khususnya dalam bagian seblang subuh.

Musik Pengiring

Musik pengiring untuk gandrung Banyuwangi terdiri dari satu buah kempul atau gong, satu buah kluncing (triangle), satu atau dua buah biola, dua buah kendhang, dan sepasang kethuk. Di samping itu, pertunjukan tidak lengkap jika tidak diiringi panjak atau kadang-kadang disebut pengudang (pemberi semangat) yang bertugas memberi semangat dan memberi efek kocak dalam setiap pertunjukan gandrung. Peran panjak dapat diambil oleh pemain kluncing.

Selain itu kadang-kadang diselingi dengan saron Bali, angklung, atau rebana sebagai bentuk kreasi dan diiringi electone.

Tahapan-Tahapan Pertunjukan

Pertunjukan Gandrung yang asli terbagi atas tiga bagian:

* jejer
* maju atau ngibing
* seblang subuh

Jejer

Bagian ini merupakan pembuka seluruh pertunjukan gandrung. Pada bagian ini, penari menyanyikan beberapa lagu dan menari secara solo, tanpa tamu. Para tamu yang umumnya laki-laki hanya menyaksikan.

Maju

Setelah jejer selesai, maka sang penari mulai memberikan selendang-selendang untuk diberikan kepada tamu. Tamu-tamu pentinglah yang terlebih dahulu mendapat kesempatan menari bersama-sama. Biasanya para tamu terdiri dari empat orang, membentuk bujur sangkar dengan penari berada di tengah-tengah. Sang gandrung akan mendatangi para tamu yang menari dengannya satu persatu dengan gerakan-gerakan yang menggoda, dan itulah esensi dari tari gandrung, yakni tergila-gila atau hawa nafsu.

Setelah selesai, si penari akan mendatang rombongan penonton, dan meminta salah satu penonton untuk memilihkan lagu yang akan dibawakan. Acara ini diselang-seling antara maju dan repèn (nyanyian yang tidak ditarikan), dan berlangsung sepanjang malam hingga menjelang subuh. Kadang-kadang pertunjukan ini menghadapi kekacauan, yang disebabkan oleh para penonton yang menunggu giliran atau mabuk, sehingga perkelahian tak terelakkan lagi.

Seblang subuh

Bagian ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian pertunjukan gandrung Banyuwangi. Setelah selesai melakukan maju dan beristirahat sejenak, dimulailah bagian seblang subuh. Dimulai dengan gerakan penari yang perlahan dan penuh penghayatan, kadang sambil membawa kipas yang dikibas-kibaskan menurut irama atau tanpa membawa kipas sama sekali sambil menyanyikan lagu-lagu bertema sedih seperti misalnya seblang lokento. Suasana mistis terasa pada saat bagian seblang subuh ini, karena masih terhubung erat dengan ritual seblang, suatu ritual penyembuhan atau penyucian dan masih dilakukan (meski sulit dijumpai) oleh penari-penari wanita usia lanjut. Pada masa sekarang ini, bagian seblang subuh kerap dihilangkan meskipun sebenarnya bagian ini menjadi penutup satu pertunjukan pentas gandrung.

Perkembangan terakhir

Kesenian gandrung Banyuwangi masih tegar dalam menghadapi gempuran arus globalisasi, yang dipopulerkan melalui media elektronik dan media cetak. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pun bahkan mulai mewajibkan setiap siswanya dari SD hingga SMA untuk mengikuti ekstrakurikuler kesenian Banyuwangi. Salah satu di antaranya diwajibkan mempelajari tari Jejer yang merupakan sempalan dari pertunjukan gandrung Banyuwangi. Itu merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah setempat terhadap seni budaya lokal yang sebenarnya sudah mulai terdesak oleh pentas-pentas populer lain seperti dangdut dan campursari.

Etika dalam penggunaan Hi-Tech

Etika dalam menggunakan Yahoo Messenger
1.jujur
berusaha untuk berbicara jujur.memang sih kita jujur atau tidak,tean chatting kita tidak akan tahu.tapi beberapa orang sangat senang dengan kejujuran.jika dari awal chatting,kamu sudah berbohong maka di kemudian hari kamu bisa menerima akibatnya…salah satunya mereka akan malas chatting dengan kamu lagi
2.Jangan suka iseng
tidak semua orang yang sedang online berarti mereka memiliki waktu untuk chatting,ada beberapa orang yang online tapi mereka sedang sibuk dengan pekerjaannya.jika kamu menggunakan yahoo messenger usahakan jangan terlalu sering “buzz” teman chatting kamu.karena hal itu akan membuat mereka marah…
3.Sopan
baik di kehidupan nyata maupun dunia maya,kita harus selalu bersikap sopan.usahakan untuk selalu berbicara dan bersikap sopan.jangan pernah mengucapkan kata kata kotor,jika kesan peratama kamu sudah jelek maka selanjutnya mereka tidak akan lagi mau chatting dengan kamu.
4.Ucapkan salam
setiap kali mulai chatting tidak ada salahnya kamu menuliskan beberapa kata salam seperti..halo,selamat pagi,selamat siang,apa kabar..dijamin mereka akan senang mendengarnya.dan jika akan mengakhiri percakapan..bisa gunakan kata sampai jumpa lagi,selamat tinggal,bye,atau senang ngobrol dengan kamu.
5.Pasang status
jika kamu tidak mau diganggu oleh teman chatt lain.kamu bisa memasang status seperti “bussy,dont disturb,gak bisa diganggu”
6.jangan terlalu cuek
jangan terlalu lama membalas pesan dari lawan chatting kamu.karena mereka tidak akan suka disuruh menunggu terlalu lama,jika kamu sedang sibuk,katakan sedang sibuk agar mereka merasa tidak dicuekin
7.perhatikan penggunaan huruf
terkadang kamu menganggap remeh huruf besar(caplock).karena kamu merasa huruf besar dan huruf kecil sama saja.tapi huruf besar dan huruf kecil memiliki arti berbeda.jika menggunakan huruf kecil berarti nada bicara kamu normal dan biasa saja.tapi jika kamu menggunakan huruf besar berarti kamu sedang teriak dan bicara dengan nada keras.bagi orang yang mengerti dengan arti tulisan tersebut,mereka akan merasa tersinggung jika kamu menggunakan huruf besar.jadi hindari penggunaan huruf besar
8.mengganti topik
jika kamu sedang masuk kesalah satu room.disana pasti mereka sedang membahas suatu topik.jangan sekali kali kamu mencoba mengganti topik pembicaraan.karena mereka bisa marah.ikuti topik pembicaraan yang sedang dibahas.jika kamu merasa tidak cocok dengan topik yang sedang dibahas,kamu bisa pindah room dan mencari room yang sesuai dengan selera kamu.
9.jangan membicarakan SARA
saat mengobrol,jangan pernah membawa bawa masalah SARA kedalam topik pembicaraan.karena hal ini sangatlah sensitive,mereka dengan mudahnya akan merasa sangat tersinggung
10.jangan memaksakan kehendak
jika lawan bicara kamu sudah tidak mau lagi mengobrol,jangan paksakan kehendak.karena mereka akan langsung berpikir negative tentang kamu
itulah beberapa etika chatting yang harus kamu patuhi,semoga setelah memerapkannya.kamu bisa disukai oleh lawan chatting kamu.
download pdf di sini
Etika Hi Tech

SUMBER: http://reza050988.blogspot.com/2010/03/etika-dalam-menggunakan-chatting.html

Masyarakat Kota dan Masyarakat Daerah

I. Latar Belakang

Kemajuan teknologi berpengaruh pada banyak unsur kehidupan masyarakat. Salah satunya adalah unsur kesejahteraan. Kemajuan teknologi dianggap dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti penggunaan internet untuk memesan barang sehingga lebih efisien dan lebih cepat. Namun di Indonesia, terjadi suatu perbedaan yang mencolok sekali antara keadaan kesejahteraan di kota dan di desa. Tidaklah merata pembangunan yang dilakukan pemerintah untuk daerah-daerah tersebut. Tentu ini berpengaruh terhadap kesejahteraan penduduk di daerah tersebut.
Sebelum kita membahas lebih jauh lagi, mari kita tinjau lebih dalam perbedaan antara kota dan desa.

A. Kota

"daerah pemukiman yang terdiri atas bangunan rumah yang merupakan kesatuan tempat tinggal dari berbagai lapisan masyarakat;daerah ang merupakan pusat kegiatan pemerintahan, ekonomi, kebudayaan, dan sebagainya"(Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi II, Balai Pustaka, 1994, Jakarta)

"Sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya materialistis, atau sebagai benteng budaya yang ditimbulkan oleh unsur alami dan non-alami dan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukulp besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan materialistis dibanding dengan daerah di belakangnya" (Prof Bintarto, Geografi SMU, 1995, Jakarta)

Suatu pemukiman dapat dikatakan kota apabila telah tersedia berbagai fasilitas seperti: rumah tempat tinggal yang terbuat dari tembok yang kokoh dilengkapi sarana listrik yang cukup, air bersih, tempat pembuangan sampah, sarana olahraga, pasar, tempat hiburan, tempat ibadah, sarana pendidikan, serta sarana dan prasarana transportasi dan telekomunikasi.
Berdasarkan fungsi dan ciri-cirinya, kota dibedakan menjadi beberapa jenis:
- Kota Administratif: Kota yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan wilayah tertentu. (Contoh: Jakarta, Yogyakarta)
- Kota Industri: Kota yang merupakan tempat konsentrasi industri penduduk yang sebagian besar terlibat di kegiatan itu.
- Kota Kosmopolitan: Kota yang mempunyai sifat internasional dgn banyaknya lembaga-lembaga perwakilan negara lain dan banyaknya penduduk yang merasa dirinya mewakili kebudayaan dan pemikiran internasional
- Kota Metropolitan: Kota besar yang menguasai daerah sekelilingnya
- Kota Pelabuhan: Kota yang merupakan perluasan dari pelabuhan
- Kota Religi: Kota yang berfungsi sebagai pusat keagamaan (Contoh: Vatikan)
- Dan lain lain
Pada umumnya kota dibagi 2 bagian yaitu:
- Inti Kota: Merupakan pusat kegiatan ekonomi, politik, dan kebudayaan.
- Kota Satelit: Pemekaran dari pusat kota.

B. Desa

"kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri" (Kamus Besar Bahas Indonesia Edisi II, Balai Pustaka, 1994, Jakarta)

"Suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia" (UU no 5/1979)

Berdasarkan potensi fisik dan nonfisik, desa dibagi menjadi 3:
- Desa Swadaya: Desa yang belum dapat memanfaatkan potensi yang ada (terutama sumber daya alam) karena kekurangan tenaga kerja dan dana. Desa ini terletak di daerah yang masih terpencil. Penduduknya rata-rata tidak berpendidikan atau berpendidikan sampai SD, dan kebanyakan masih terikat dengan tradisi, selain itu mereka juga masih miskin. Mata pencaharian penduduk kebanyakan masih bercocok tanam. Fasilitas sarana dan prasarana sangat kurang, dan transportasi dari dan ke desa masih belum memadai.
- Desa Swakarsa: Desa yang baru mulai memanfaatkan potensi yang ada tetapi kekurangan dana. Desa ini terletak di daerah-daerah peralihan antara daerah kota dan daerah terpencil. Masyarakat desa ini sudah banyak mengenyam pendidikan meskipun jarang yang sampai tingkat universitas (kebanyakan lulusan SD-SMA), ikatan tradisi sudah mulai menghilang dan keadaan ekonomi sudah mulai meningkat. Mata pencaharian penduduk sudah mulai bervariasi, tidak hanya di bidang pertanian. Fasilitas sarana dan prasarana sudah mulai ada, dan dibuat secara bergotong royong, mengingat dana masih terbatas. Transportasi dari dan ke desa sudah mulai ada, seperti pembuatan jalan.
- Desa Swasembada: Desa yang sudah memanfaatkan semua potensi yang ada secara optimal. Selain memiliki potensi yang memadai, dana dan tenaga sudah tersedia. Desa ini biasanya terletak di daerah perkotaan. Kehidupannya sudah mulai modern karena mendapat pengaruh dari kota. Masyarakat di desa ini hampir semua sudah mengenyam pendidikan, bahkan cukup banyak yang sampai ke tingkat universitas. Ikatan tradisi sudah menghilang dan keadaan ekonomi cukup tinggi. Mata pencaharian penduduk sudah sangat bervariasi, mulai dari bidang pertanian sampai dengan jasa. Fasilitas sarana dan prasarana yang dibangun sudah cukup baik. Transportasi dari dan ke desa sudah lancar.

II. Isi
Kota memiliki fasilitas yang berbeda dengan desa. Permasalahan kesejahteraan mencakup beberapa bidang, yaitu bidang kesehatan, bidang ekonomi (pendapatan per kapita, perdagangan),

1. Bidang kesehatan


A. Ditinjau dari fasilitas kesehatan
Di desa, fasilitas kesehatan yang ada bervariasi sampai dengan klinik atau puskesmas. Rumah sakit ada namun tidak umum (hanya ada beberapa rumah sakit umum daerah, itupun tidak di semua desa). Alat-alatnya juga sederhana, tidak banyak alat-alat khusus untuk operasi. Alat-alat yang ada hanya untuk menunjang penyembuhan penyakit yang ringan (seperti luka-luka, imunisasi, batuk2, flu, dsb). Obat-obatan yang ada juga terbatas untuk penyembuhan penyakit yang umum (seperti DBD;itupun kurang lengkap, TBC, Tipus, Kolera, diare, infeksi akibat tetanus/luka, dsb). Jumlah bangsal untuk tempat rawat inap pun hanya sedikit, jika dibanding dengan kota.







Rumah Sakit Umum Daerah
Puskesmas Daerah

Di kota, fasilitas kesehatan bervariasi sampai dengan Rumah Sakit. Puskesmas dan Klinik sudah ada di berbagai tempat di kota. Jumlahnya pun sangat memadai (sampai dengan/lebih dari 100). Alat-alatnya sudah canggih, dan dapat dipakai untuk menyembuhkan penyakit yang berat (seperti kemoterapi, perawatan pasien DBD). Alat-alat untuk operasi juga sudah memadai, bisa untuk melakukan suatu operasi besar (seperti pengangkatan kanker, atau pemisahan bayi kembar). Jumlah bangsal untuk rawat inap pun sudah banyak.

Rumah Sakit Persahabatan

B. Ditinjau dari tenaga kerja
Tenaga kerja di puskesmas desa hanya terbatas sampai dengan dokter umum dan dokter bidan, jarang ditemukan dokter spesialis (selain bidan). Jumlahnya pun tidak banyak. Kebanyakan tenaga kerja yang ada belum banyak pengalaman kerjanya (kalaupun ada hanya beberapa).

Sedangkan di kota, tenaga kerja memadai di mana-mana, paling sedikit 1 rumah sakit ada 3 dari bbrp jenis dokter spesialis, yaitu spesialis mata, spesialis gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis kulit, spesialis anak, spesialis THT, Psikiater, Bidan, dll. Selain itu, di kota ada banyak universitas dengan fakultas kedokteran, sehingga rumah sakit-rumah sakit tidak kekurang tenaga kerja sebab mahasiswa kedokteran yang sudah mendapat gelar sarjana kedokteran yang sedang menjalani tahap klinik bisa berperan sebagai dokter (sebagai dokter muda)

Dilihat dari keadaan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan masyarakat kota di bidang kesehatan cenderung lebih tinggi daripada masyarakat desa, sebab warga kota lebih tinggi persentase kesembuhannya dibandingkan warga desa. Sedangkan apabila ada warga desa yang sakit, namun tidak bisa disembuhkan di klinik desa, maka harus dirujuk ke rumah sakit kota, yang tentu saja biayanya lebih mahal bila dibandingkan dengan pendapatan masyarakat desa, dan juga jaraknya lebih jauh. Sedangkan bila ingin dibebaskan biaya rumah sakit, maka warga desa harus mempunyai kartu sehat, yang pengurusannya pada kenyataannya rumit dan malah membuang-buang waktu. Bahkan ada juga yang memungut biaya.


2. Bidang Pendidikan

Pendidikan tentu berpengaruh banyak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Masyarakat yang umumnya berpendidikan tinggi akan lebih sejahtera, sebab mereka lebih tahu bagaimana mencari jalan keluar dari masalah-masalah seputar kehidupan dengan lebih baik daripada orang-orang yang tidak berpendidikan setinggi mereka.
Di desa, pada umumnya tingkat pendidikannya hanya sampai SMA. Adapun mereka yang berasal dari desa yang telah melanjutkan pendidikannya sampai ke universitas (sarjana) , kebanyakan tidak kembali ke desanya, dan tidak mengusahakan suatu perngembangan bagi desanya.
Di kota terdapat banyak pusat pendidikan, universitas, pusat-pusat penelitian yang dapat meningkatkan pengembangan kota tersebut. Masyarakat kota pun umumnya berpendidikan tinggi (minimal SMA) dan memiliki potensi SDM yang lebih baik. Mereka dapat mengusahakan suatu bidang usaha menjadi lebih optimal hasilnya.

3. Bidang Ekonomi

Masyarakat desa memiliki pendapatan yang tidak besar. Sebab kebanyakan dari mereka memiliki mata pencaharian di bidang agraria. Kekayaan di desa juga tidak hanya diukur dari berapa uang yang mereka miliki namun dari berapa jumlah ternak yang mereka punya. Ini adalah suatu dampak dari kurangnya teknologi di desa. Masyarakat desa kebanyakan menyimpan uangnya di rumah, atau di celengan. Padahal rumah juga tidak permanen, begitu pula celengan. Apabila suatu hari terjadi kebakaran, atau bisa saja perampokan, yang berakibat pada hilangnya uang mereka. Ternak bisa terkena penyakit (seperti anthrax) dan mati. Kekayaan mereka tidak permanen. Mereka belum mengenal lebih dalam tentang fungsi dari bank. Atau bahkan ada yang belum mengenal bank sama sekali. Meski ada yang sudah menabung di koperasi, namun belum semua melakukannya. Tingkat ekonomi tentu berpengaruh pada tingkat kesejahteraan. Dengan pendapatan yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka sulit untuk mengembangkan diri ke tingkat yang lebih tinggi, seperti menyekolahkan anaknya sampai ke universitas, atau membeli modal untuk mengembangkan usaha mereka. Mereka juga kurang mampu membeli fasilitas penunjang seperti transportasi yang lebih efisien (mobil, motor, di desa masih dianggap sebagai barang mewah).
Di kota, tingkat ekonomi bervariasi. Ada yang miskin sekali dan ada yang sangat kaya raya. Kebanyakan orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan adalah akibat urbanisasi. Walaupun begitu, masyarakat kota memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi di bidang ekonomi. Sebab dengan pengetahuan dan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, mereka dapat lebih mengembangkan dirinya. Bahkan sekarang dengan teknologi internet, mereka bisa membuka usaha sendiri, bahkan meraup keuntungan sampai berjuta-juta rupiah setiap bulannya.

4. Pusat-pusat Hiburan

Hiburan dan rekreasi juga merupakan suatu faktor kesejahteraan masyarakat. Tentu keberadaan pusat hiburan itu juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.
Di desa, pusat rekreasi jarang ada. Hiburan bagi anak-anak biasanya permainan sederhana seperti congklak, tali karet, gundu, atau bola. Hiburan pada orang dewasa umumnya radio, atau bila memiliki cukup uang, televisi. Pada saat-saat tertentu diadakan pesta-pesta untuk memperingati suatu even (seperti pesta sukuran atas hasil panen yang baik). Hiburan dan rekreasi bagi masyarakat desa belum bervariasi dan masih tradisional.
Di kota, pusat rekreasi sudah sangat bervariasi. Sebut saja pusat hiburan, mulai dari mall, diskotik, kafe, bioskop, sampai tempat-tempat hiburan berbau seks pun ada di sini. Ini merupakan efek dari kemajuan teknologi yang sangat tinggi di kota. Anak-anak di kota umumnya sudah kurang mengenal permainan congklak atau tali karet, dan digantikan dengan permainan game online di internet, atau bermain playstation. Sedangkan orang dewasanya mencari hiburan di mall, atau di diskotik. Atau pergi menonton di bioskop, dan banyak lagi.
Dengan variasi hiburan dan rekreasi yang sangat berbeda antara kota dan desa, tentu mempengaruhi kesejahteraan. Orang-orang kota memiliki lebih banyak pilihan dalam memilih hiburan, dan tentu ini mempengaruhi kesenangan mereka. Sedangkan di desa, meski orang-orangnya juga memiliki hiburan sendiri, namun karena kurangnya variasi maka rasa bosan akan timbul suatu saat.

Dari beberapa perbandingan antara kota dan desa di atas, dapat disimpulkan bahwa masyarakat di kota lebih sejahtera daripada di desa. Akibat dari kesejahteraan masyarakat di desa, berpengaruh pula pada kesejahteraan di kota. Seperti pada contohnya urbanisasi. Urbanisasi disebabkan oleh beberapa faktor:
- dorongan ekonomi
masyarakat desa ingin menjadi berkecukupan secara ekonomi, dan mereka mendengar bahwa dengan bekerja di kota mereka dapat menjadi kaya. Padahal ini tidak sepenuhnya benar, mengingat persaingan di kota sangat tinggi, dan masyarakat desa pada umumnya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk bersaing di kota, terutama kota-kota besar.
- dorongan rekreasi
masyarakat desa yang mendengar tentang mewahnya fasilitas hiburan di kota, menjadi tertarik untuk pindah ke sana. Namun mereka kurang mendapat informasi bahwa biaya yang diperlukan juga tidak murah. Akibatnya setelah mereka pindah ke kota, karena tidak mengetahui biaya yang dibutuhkan, sehingga uang simpanannya habis dan menjadi miskin.

Akibat kedua hal di atas, penduduk kota semakin bertambah dan ini berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakat kota. Persaingan di kota semakin bertambah ketat. Akibatnya berpengaruh pada tingkat pengangguran. Karena banyak orang yang menganggur, tingkat kriminalitas meningkat. Akibat kriminalitas yang meningkat, masyarakat kota menjadi resah dan merasa tidak aman.


source : http://www.google.co.id/search?q=perbandingan+masyarakat+kota+dengan+desa&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a

Indonesia Peringkat 12 Dunia Soal Pembajakan Software!

Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Kemiskinan
Berdasarkan laporan Business Software Alliance (BSA) dan International Data Corporation (IDC) dalam Annual Global Software Piracy Study 2007, Indonesia adalah negara terbesar ke-12 di dunia dengan tingkat pembajakan software.
"Persentasenya cukup mengkuatirkan yakni mencapai 84 persen. Misalnya dari 100 komputer yang diteliti, sebanyak 84 buah di antaranya menggunakan software ilegal. Fenomena ini sangat menyedihkan karena pembajakan ini mematikan kreasi dan industri software itu sendiri," kata Perwakilan BSA Indonesia, Donny A Sheyoputra, di Medan.
Ia mengatakan, dewasa ini Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 300 perusahaan yang bergerak di sektor Teknologi Informasi (TI).
Dari jumlah itu, hanya 10 perusahaan lokal yang bergerak di industri software, sisanya lebih banyak berkecimpung di luar software, misalnya perusahaan sistem integrasi dan service dan perusahaan distributor produk hardware.
Menurut dia, minimnya jumlah industri software di tanah air dikarenakan seluruh pengembang software lokal sangat dirugikan oleh pembajakan.
"Software mereka dibajak dan dijual dengan harga sekitar 4-5 dolar di pasaran, bahkan perangkat lunak yang sudah dijual dengan harga 5 dolar pun masih dibajak dan dijual dengan harga dua 2 dolar saja. Banyaknya pembajakan ini juga telah menghapus kesempatan untuk meningkatkan pendapatan industri lokal senilai 1,8 miliar dolar," katanya.
Direktur Bamboomedia Cipta Persada, sebuah produser software lokal, Putu Sidarta, mengatakan, maraknya pembajakan software telah menyebabkan rendahnya kreativitas di industri bidang software ini.
"Berdasarkan laporan para distributor kami di seluruh Indonesia, software Bamboomedia telah banyak dibajak. Jika produk asli dijual dengan harga Rp45.000, maka produk bajakannya hanya dijual dipasaran Rp2.500,"katanya.
Soal bajak membajak produk sepertinya menjadi masalah yang belum terpecahkan di Indonesia. Meskipun pemerintah sudah mengeluarkan Undang-Undang mengenai hal ini, tapi sepertinya sanksi yang tegas belum diberikan kepada para pembajak ini. Akibatnya, pembajakan pun marak di Indonesia dalam berbagai bidang. Langkah apa ya yang kira-kira bisa diambil untuk memberantas para pembajak ini?

Solusinya
1.Saat ini pemerintah telah mengesahkan undang-undang nomor 19 tahun 2002 yang mengatur tentang perlindungan perorangan/instansi mengenai hak cipta dan kekayaan intelektual. Dalam Pasal 72 Ayat (3) disebutkan, barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu program komputer dipidana dengan pidana penjara maksimal 5 tahun dan/atau denda maksimal Rp. 500.000.000,- (lima Ratus Juta Rupiah).
2.Mencermati hal-hal di atas maka KPPU menyarankan agar Pemerintah mencari model kebijakan lain yang berdampak luas pada pemberantasan pembajakan software dengan tetap memperhatikan prinsip - prinsip persaingan usaha yang sehat. Persaingan usaha yang sehat diharapkan mampu mengatasi digital divide (kesenjangan teknologi digital) dalam pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) dalam jangka panjang, karena munculnya inovasi software yang berbasis open system dan aplikasi perkantoran serta aplikasi khusus lainnya yang lebih terjangkau masyarakat luas.

Sumber : http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/91/news/090402211721/limit/0/

Penghapusan Diskriminasi dalam Berbagai Bentuk

Negara dan Warga negara

Diskriminasi dalam berbagai bentuk telah merambah ke berbagai bidang kehidupan bangsa dan dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar serta tidak menganggap bahwa hal tersebut merupakan suatu bentuk diskriminasi.

Perlakuan diskriminatif tidak disadari oleh subjek yang menerima perlakuan diskriminasi tersebut dan oleh yang memperlakukan tindakan diskriminasi tersebut. Praktik diskriminasi merupakan tindakan pembedaan untuk mendapatkan hak dan pelayanan kepada masyarakat dengan didasarkan warna kulit, golongan, suku, etnis, agama, jenis kelamin, dan sebagainya serta akan menjadi lebih luas cakupannya jika kita mengacu kepada Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Pasal 1 ayat (3) UU tersebut menyatakan bahwa diskriminasi adalah setiap pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang langsung ataupun tidak langsung didasarkan perbedaan manusia atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, status sosial, status ekonomi, jenis kelamin, bahasa, dan keyakinan politik, yang berakibat pengangguran, penyimpangan atau penghapusan pengakuan, pelaksanaan atau penggunaan hak asasi manusia dan kebebasan dasar dalam kehidupan, baik individual maupun kolektif dalam bidang politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, dan aspek kehidupan yang lain.

I. Permasalahan yang Dihadapi

Dari segi peraturan perundang-undangan, beberapa peraturan perundang-undangan telah diarahkan untuk menghapuskan kesenjangan dan menghilangkan praktik diskriminasi, antara lain untuk menghapuskan diskriminasi terhadap perempuan, suku etnis, kelompok rentan, dan kelompok minoritas. Namun, perubahan yang diharapkan belum terwujudkan secara optimal, antara lain disebabkan oleh peraturan perundang-undangan yang ada belum dijadikan acuan dalam melakukan tindakan untuk dijadikan dasar hukum pada proses hukum penanganan kasus atau perkara.

Terkait dengan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, Indonesia yang telah meratifikasi Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (Convention on The Elimination of All Forms of Discrimination Against Women/CEDAW) atau Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan mempunyai kewajiban untuk melaksanakan dan melaporkan pelaksanaan upaya menghapuskan segala bentuk diskriminasi kepada dunia internasional. Namun, harus diakui bahwa pelaksanaan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan ini masih menghadapi kendala yang tidak kecil. Hal tersebut, antara lain, disebabkan kurangnya koordinasi antarkelembagaan sehingga terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya. Selain itu, juga masih ada kelemahan komitmen instansi/lembaga yang terkait sehingga sering mengakibatkan lambatnya upaya penanganan berbagai masalah diskriminasi di Indonesia.

Selain itu, masih sering terjadi bahwa pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang dengan alasan bahwa hal itu disebabkan legitimasi dari pernyataan dalam peraturan perundang-undangan belum mengatur ketentuan yang harus dilakukan.

Diskriminasi juga dapat terjadi, antara lain, pada kehidupan masyarakat miskin atau kurang mampu. Akses untuk mendapatkan pelayanan khususnya pelayanan kesehatan, masih sering menimbulkan diskriminasi, terutama kepada golongan masyarakat miskin, dan menimbulkan ketidakadilan. Hal tersebut, antara lain, disebabkan rendahnya kepedulian sosial penyelenggara rumah sakit. Di samping itu, dikarenakan tidak adanya perangkat peraturan perundang-undangan yang mempunyai aturan kekuatan hukum dan sanksi yang tegas bagi rumah sakit yang menolak memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien miskin, menyebabkan penolakan dan penahanan rumah sakit terhadap pasien miskin masih sering terjadi.

Sementara itu, kondisi buruh pada umumnya, sebagai kelompok masyarakat rentan lain yang memerlukan perlindungan, masih belum membaik selama 2004. Penghentian hubungan kerja oleh berbagai perusahaan karena alasan efisiensi atau penjualan perusahaan serta pembayaran upah di bawah standar minimum yang ditetapkan Pemerintah berlangsung selama 2004. Keadaan itu menunjukkan tidak terpenuhinya hak atas upah yang adil sesuai dengan prestasi dan yang dapat menjamin kelangsungan kehidupan keluarga mereka.

Selain itu, berbagai kasus buruh migran masih mewarnai kondisi HAM di Indonesia sepanjang 2004. Kasus-kasus tersebut merupakan permasalahan yang berlanjut yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang 2004 buruh migran Indonesia mengalami berbagai masalah, seperti tidak cukup terlindunginya buruh migran perempuan, terjadinya perdagangan perempuan, perlakuan terhadap buruh yang tidak berdokumen yang sah, pengiriman buruh migran ke wilayah konflik, kekerasan terhadap buruh migran perempuan, pengenaan hukuman mati, dan deportasi massal dari negara migrasi.

II. Langkah-Langkah Kebijakan dan Hasil-Hasil yang Dicapai

Beberapa ketentuan yang merupakan suatu upaya untuk menghapuskan tindakan diskriminasi, antara lain sebagai berikut.

a) Diskriminasi terhadap perempuan perlu mendapatkan perhatian yang lebih mengingat khusus diskriminasi terhadap perempuan itu, Indonesia telah meratifikasi CEDAW dengan UU No. 7 Tahun 1984. Dalam Konvensi itu disebutkan 12 bentuk diskriminasi terhadap perempuan, yaitu (1) perempuan dan kemiskinan; (2) pendidikan dan pelatihan perempuan; (3) perempuan dan kesehatan; (4) kekerasan terhadap perempuan; (5) perempuan dan konflik bersenjata; (6) perempuan dan ekonomi; (7) perempuan dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan; (8) mekanisme kelembagaan untuk kemajuan perempuan; (9) hak asasi perempuan; (10) perempuan dan media; (11) perempuan dan lingkungan hidup; dan (12) anak perempuan.

Berbagai upaya yang telah dilakukan untuk menghapuskan dua belas bentuk diskriminasi tersebut, antara lain yang menyangkut kekerasan terhadap perempuan dengan ditetapkannya UU No. 23 Tahun 2004 pada September 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Di samping itu, dalam mendukung upaya penghapusan diskriminasi tersebut, dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun 2005 akan dibahas berbagai rancangan undang-undang yang berkaitan dengan penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, antara lain RUU tentang Keimigrasian, RUU tentang Kesehatan, RUU tentang Pornografi dan Pornoaksi, dan RUU tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

b) Masih adanya pembedaan penggolongan dalam pencatatan sipil, khususnya bagi orang keturunan Cina, walaupun dalam akta kelahiran telah dicantumkan warga negara Indonesia, masih diperlukan penegasan kembali dengan surat bukti kewarganegaraan RI (SBKRI). Walaupun telah ada Keputusan Presiden tentang tidak diperlukannya SBKRI, dalam praktiknya hal tersebut masih saja terjadi. Keadaan itu pada akhirnya dapat menimbulkan kerancuan karena perlu adanya pembuktian kewarganegaraan terhadap warga negara tetapi khususnya suku etnis Cina, yang telah menjadi warga negara Indonesia, masih perlu surat bukti lain untuk mendukung keberadaannya. Adanya diskriminasi itu menimbulkan ketidakadilan bagi suku/etnik tersebut karena mengalami perbedaan.

c) Dengan diundangkannya UU No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri, diharapkan agar aparat atau lembaga yang terkait dengan pelayanan, penempatan, dan pelindungan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) dapat memberikan pelindungan dan pemenuhan HAM bagi buruh pekerja migran di luar negeri.

d) Langkah positif dalam upaya pelindungan buruh migran adalah telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Indonesia dan Malaysia. Penandatanganan itu mempunyai arti penting bagi upaya pelindungan migran Indonesia di Malaysia mengingat 90 persen buruh migran di Malaysia berasal dari Indonesia.

II. Tindak Lanjut yang Diperlukan

Dalam rangka penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, kelompok rentan, kelompok minoritas, dan masyarakat miskin, perlu ditindaklanjuti, antara lain pembuatan peraturan perundang-undangan yang tidak diskriminasi terhadap perempuan, kelompok rentan, kelompok minoritas serta upaya pemberian pelayanan terutama kepada masyarakat miskin melalui penguatan dukungan, komitmen, dan keinginan yang tegas dari semua pihak terkait.

Sangat penting pula untuk ditindaklanjuti adalah pelaksanaan yang konsisten dan komitmen dari pimpinan pemerintahan terhadap perundang-undangan yang mendukung upaya penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, kelompok rentan, kelompok minoritas, dan masyarakat miskin.

Di samping itu, untuk menjaga dan melaksanakan komitmen Indonesia sebagai konsekuensi meratifikasi CEDAW langkah utama yang perlu ditindaklanjuti adalah melalui sosialisasi dan peningkatan kesadaran hukum terhadap materi peraturan perundang-undangan tidak saja kepada masyarakat, tetapi juga kepada aparat penegak hukum sebagai landasan hukum dan juga persamaan persepsi untuk menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan, kelompok rentan, serta kelompok minoritas. Diharapkan dengan langkah-langkah tersebut akan tercipta hubungan yang sinergis antarinstansi penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan hakim serta instansi terkait yang lain dan masyarakat luas. Di samping sangat penting, hal itu juga untuk memperbaiki mekanisme pelayanan publik kepada masyarakat pada umumnya dan kelompok rentan, kelompok minoritas, dan masyarakat miskin pada khususnya sehingga upaya segala bentuk diskriminasi dapat dihapuskan secara bertahap, tetapi pasti.

Sumber :www.bappenas.go.id/get-file-server/node/3331/+masalah+yang+terjadi+mengenai+Warga+Negara+dan+Negara&hl=id&gl=id&pid=bl&srcid=ADGEEShALqcHTVRKYuQ1-2aXb1i_GBQcknTf3BQKLuBP4_Y4CpSFaJKyYGu1hs64rlyxTsFG_B-eKLE2GRoMcXeaIXT1DVPdgoCNY78lv274P3mEp-bGdDw-7AD-MOTCNTa-O-Q9qo1w&sig=AHIEtbR105FL8lo4Y1eY8joZjsBaVYgHaA

Pemuda dan Sosialisasi

PENGERTIAN PEMUDA

Pemuda adalah generasi penerus dari generasi terdahulu. Anggapan itu merupakan beban moral yang ditanggung bagi pemuda untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan generasi tua. Selain memikul beban tersebut pemuda juga dihadapkan persoalan-persoalan diantaranya kenakalan remaja, ketidak patuhan pada orang tua/guru, kecanduan narkotika, frustasi, masa depan suram, keterbatasan lapangan kerja dan masalah lainnya. Seringkali pemuda dibenturkan dengan “nilai” yang telah ada jika mereka berkelakuan di luar nilai tersebut.

Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengauh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat. Proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.

PENGERTIAN SOSIALISASI

Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Berikut pengertian sosialisasi menurut para ahli
1. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir kelompoknya agar ia dapat berperan dan berfungsi dengan kelompoknya.
2. Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
3. Paul B. Horton
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya.
4. Soerjono Soekanto
Sosialisasi adalah proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru.

INTERNALISASI, BELAJAR, DAN SPESIALISASI

Ketiga kata atau istilah internalisasi, belajar, dan spesialisasi pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internalisasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut, atau proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional saja, akan tetapi norma tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat. Norma tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu norma yang mengatur pribadi (mencakup norma kepercayaan dan kesusilaan) dan norma yang mengatur hubungan pribadi (mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum).

Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu, atau perubahan sikap dari tidak tahu menjadi tahu, dimana belajar dapat berlangsung di lingkungan maupun di lembaga pendidikan.

Istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki atau diukur oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan lama.

PROSES SOSIALISASI

Menurut George Herbert Mead, sosialisasi yang dialami seseorang dapat dibedakan dalam tahap-tahap sebagai berikut.

• Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami manusia sejak dilahirkan, ketika seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Contoh: Kata “makan” yang diajarkan ibu kepada anaknya yang masih balita. Makna kata tersebut juga belum dipahami dengan tepat oleh anak. Lama-kelamaan anak memahami secara tepat makna kata “makan” tersebut dengan cara menghubungkannya dengan kenyataan yang dialaminya.

• Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan:
Semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa.
Mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tua, kakak, dan sebagainya.
Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini.
Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan pertahanan diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai (Significant other).

• Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubungannya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

• Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT

Pada masa 1990 sampai 2000 an demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada masa itu mahasiswa dan pemuda menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral. Sedangkan pada mahasiswa yang lain gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai gerakan Politik.
Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang pragmatis. Tidak menjadi rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk berdemonstrasi.
Sebelum terlalu jauh meneropong peranan mahasiswa di luar kampus– walaupun klise– sebaiknya kita mesti ingat bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah belajar di sekolah/kampus.
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan peran warga yang lainnnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Bisakah mahasiswa beranjak menuju gerakan pemikiran dan gerakan transformasi?
Mari kita coba dan berjuang!!
Dasar Pemikiran neoliberalisme “pasar adalah tuan dan negara adalah pelayan” salah satu contoh yang paling baru mengenai kekalahan negara/pemerintah terhadap pasar adalah harga minyak yang naik.
Paradigma pasar menguhah cara berpikir dan persepsi masyarakat. Dominasi kapitalisme memutarbalikkan hubungan antara masyarakat (sosial) dan Pasar (ekonomi) (Polanyi, 1957).
Pada awal beroperasinya kapitalisme, pasar merupakan bagian dari masyarakat. Operasionaliasi norma-norma pasar berakar dan dibatasi norma sosial, kultural, dan politik. Masyarakat merupakan pemegang kunci dalam hubungan sosial dan ekconomi. Tapi ketika kapitalisme mendominasi, keberadaan pasar telah berbalik 180 derajat, masyarakatlah yang menjadi bagian dari pasar. kehidupan sehari-hari pun direduksi menjadi bisnis dan pasar.

Dampak langsung yang bisa dirasakan semenjak kenaikan BBM tahun 2005 antara lain terjadi inflasi, daya beli masyarakat menurun, kesehatan masyarakat menurun (kekurangan gizi), angka anak putus sekolah (drop out), angka kematian anak, pengangguran dan kemiskinan meningkat, sehingga munculnya kerentanan sosial.
Keadaan di atas dapat mengakibatkan kemungkinan terjadinya generasi yang hilang (the lost generation) ungkapan yang telah nyaris menjadi klise, jika persoalan anak dan orang muda tidak dapat diatasi dengan baik khususnya di sektor Gizi dan kesehatan serta pendidikan, maka kita akan kehilangan sebuah generasi, yang menjadi pertanyaan apakah benar bahwasanya satu generasi yang akan hilang ? kehilangan generasi mempunyai implikasi yang luas mereka mungkin tidak akan mampu menyisakan pendapatannya untuk memperbaiki kesejahteraanya sendiri hingga lingkaran setan pun terjadi karena Gizi yang rendah, prestasi sekolah yang pas-pasan, kemungkinan anak akan drop- out dan harus mempertahan kan hidup dan pengangguran.
Secara tak sadar namun perlahan tapi pasti, para generasi muda dihinggapi dengan idiologi baru dan perilaku umum yang mendidik mereka menjadi bermental instan dan bermental bos. Pemuda menjadi malas bekerja dan malas mengatasi kesulitan, hambatan dan proses pembelajaran tidak diutamakan sehingga etos kerja jadi lemah.
Sarana tempat hiburan tumbuh pesat bak “jamur di musim hujan” arena billyard, playstation, atau arena hiburan ketangkasan lainnya, hanyalah tempat bagi anak-anak dan generasi muda membuang waktu secara percuma karena menarik perhatian dan waktu mereka yang semestinya diisi dengan lebih banyak untuk belajar, membaca buku di perpustakaan, berorganisasi atau mengisi waktu dengan kegiatan yang lebih positif.
Peran pemuda yang seperti ini adalah peran sebagai konsumen saja, pemuda dan mahasiswa berperan sebagai “penikmat” bukan yang berkontemplasi (pencipta karya). Dapat ditambahkan disini persoalan NARKOBA yang dominan terjadi di kalangan generasi muda yang memunculkan kehancuran besar bagi bangsa Indonesia.
Sudah 60 tahun lebih bangsa Indonesia merdeka, sistem pendidikan telah dibaharui agar mampu menjawab berbagai perubahan diseputaran kehidupan umat manusia. Tetapi selesai kuliah barisan penganggur berderet-deret. Para penganggur dan setengah penganggur yang tinggi merupakan pemborosan-pemborosan sumber daya, mereka menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan yang dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal dan penghambat pembangunan dalam jangka panjang.

PEMUDA DAN IDENTITAS

Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah dan merupakan beban modal bagi para pemuda. Tetapi di lain pihak pemuda juga menghadapi pesoalan seperti kenakalan remaja, ketidakpatuhan kepada orang tua, frustasi, kecanduan narkotika, masa depan suram. Semuanya itu akibat adanya jurang antara keinginan dalam harapan dengan kenyataan yang mereka hadapi.
Kaum muda dalam setiap masyarakat dianggap sedang mengalami apa yang dinamakan ”moratorium”. Moratorium adalah masa persiapan yang diadakan masyarakat untuk memungkinkan pemuda-pemuda dalam waktu tertentu mengalami perubahan.
Menurut pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda bahwa generasi muda dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yakni:
1. Sosial psikologi
2. sosial budaya
3. sosial ekonomi
4. sosial politik

PERMASALAHAN PADA GENERASI MUDA

Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:
a. Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya
c. Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia
d. Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
e. Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan
f. Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur
g. Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental
h. Pergaulan bebas
i. Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika
j. Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.

PERAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT

a. Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
b. Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya
c. Asas edukatif
d. Asas persatuan dan kesatuan bangsa
e. Asas swakarsa
f. Asas keselarasan dan terpadu
g. Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi

ARAH PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA

Arah pembinaan dan pengembangan generasi muda ditunjukan pada pembangunan yang memiliki keselarasn dan keutuhan antara ketiga sumbu orientasi hidupnya yakni.
a. Orientasi ke atas kepada Tuhan Yang Masa Esa.
b. Orientasi dalam dirinya sendiri
c. Orientasi ke luar hidup di lingkungan
Peranan mahasiswa dalam masyarakat
a. Agen of change
b. Agen of development
c. Agen of modernization

Sumber : http://wasnudin.blogdetik.com/2010/10/29/pemuda-dan-sosialisasi/